Foto Essay Kompas

MASJID BAITURRAHMAN ACEH, SEPT 2011

Dear Pengunjung

Terima kasih Anda setia berkunjung ke blog Saya … inilah sebagian dari foto-foto saya, beberapa pernah dimuat di Koran Nasional Republika.

This slideshow requires JavaScript.

REPUBLIKA MINGGU 11 APRIL 2010

CAR FREE DAY 28 MARET 1020

Mulai Juni 2008 Saya membuat blog baru khusus menampung foto-foto Saya, selamat menikmati … disana

Essay Foto Dedi Dwitagama

Banjir Jakarta Feb 2007

Merupakan siklus lima tahunan, ternyata Februari 2008 pun Jakarta terendam … berlanjut dengan wabah demam berdarah. Dibawah ini adalah foto-foto yang Saya abadikan Februari 2007, di dekat rumah Saya Cipinang Muara.

by dedi dwitagama

by dedi dwitagama

by dedi dwitagama

Romantisme Kampung Sasak

Waktu seakan berhenti di Senaru (Lombok Barat) dan Sade (Lombok Tengah): dua permukiman tradisional suku sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Rumah-rumah di dua kampung yang berbentuk seragam dengan tiang kayu, dinding bambu, dan atap ilalang, mengingatkan pada suasana desa-desa masa lalu. Pada masa ketika rumah bukan sekadar hunian untuk melindungi privasi, tetapi juga ekspresi budaya dan identitas yang bersifat komunal.

Dan hujan yang mengguyur dua kampung ini pertengahan Febuari 2008 lalu, menambah romantisme itu. Senaru berada di lereng Rinjani, dan Sade berada di sebelah selatan, tak jauh dari Pantai Kute. Dua kampung ini adalah sedikit dari sisa kekayaan arsitektur tradisional nusantara yang masih bertahan.
Pagi baru saja menjelang di Dusun Senaru, Desa Senaru, Kecamatan Bayan. Gunung Rinjani yang menjadi orientasi arah hadap semua rumah di Senaru, hanya samar-samar terlihat karena selimut kabut. Hujan yang tiba-tiba deras mengguyur, menghapus sama sekali gambaran gunung itu.

Tetapi, sebagian penghuni kampung tetap pergi ke ladang. Beberapa orang yang tersisa di kampung membunuh waktu dengan membaca kisah-kisah lama dalam daun lontar, atau pun sekadar duduk-duduk di berugak (bale-bale). Di rumah kepala adat, Inan Lokak tengah menumbuk biji kemiri dan jarak pagar untuk dijadikan jojor lilit atau obor penerang.

Pada hari yang lain, Dusun Sade dipenuhi teriakan anak-anak kecil. Anak-anak bertelanjang kaki dan dada, bersuka mendapat pembagian biskuit setelah ditimbang di posyandu.

Di dalam kampung, denyut kehidupan juga terasa sangat kental. Suara “jeglok-jeglok” dari kayu alat tenun yang beradu, mencipta ritmis yang elok. Suara itu bersaing dengan deru hujan yang deras mengucur. Dua dusun itu memang telah dijadikan pemerintah sebagai cagar budaya-yang sebenarnya lebih mirip “etalase kemiskinan”-dari pola hidup masyarakat sasak tradisional.

“Kami tak tahu, sampai kapan kampung kami masih bertahan,” Kata Amak Lokak, kepala adat dusun Senaru. Daun ilalang untuk atap rumah makin sulit didapat. Kalaupun ada, sangat mahal karena banyak bangunan modern di Lombok dan Bali yang memborong atap ilalang itu untuk menampilkan citra tradisional bagi bangunan mereka.

Di Segenter, dusun adat yang juga berada di Kecamatan Bayan, sebagian rumah-rumah adat akan digantikan rumah tembok dengan genting dari tanah liat. “Sebagian orang, yang kaya di sini juga ingin membangun rumah tembok. Sejauh ini, kami bisa bertahan. Tapi, sampai kapan?” kata Amak Nuri Ajib (65), tokoh adat Senaru.

Teks: Ahmad Arif, Kompas

Foto: Dedi Dwitagama

by dedi dwitagama

by dedi dwitagama

PENJAJA TENUN

BAYI SUKU SASAK

Ternate

Ternate membawa berbagai kenangan manis … sebuah daerah perawan yang amat sangat indah … semoga Pemda disana bisa merawat dan mempromosikannya … Allah Maha Besar, Maha Pencipta. Disebelah kiri bawah adalah foto perahu Nelayan mencari ikan saat subuh yang saya jadikan foto header blog ini. Gadis kecil Ternate yang kujumpai di dermaga Minggu pagi tersenyum manis. Danau Tolire dari Udara, Mesjid Raya, Batu Angus, berasal ari letusan Gunung Gamalama. Air Goraka (Jahe, gula merah, kenari), di Restoran Floridas dengan latar belakang Pulau Maitara yang menjadi tema uang kertas Rp. 1000,-. Foto terakhir adalah Tiga bendera di halaman Istana Sultan Ternate. Foto-foto diabadikan akhir tahun 2007.

Title Foto, dari atas ke bawah: Nelayan subuh, Mesjid Raya Ternate, Danau Tolire, Gadis Ternate di dermaga, Tiga bendera di halaman Istana Sultan Ternate, Air Goraka & kacang goreng, dengan latar belang pegunungan di Tidore

by dedi dwitagama

by dedi dwitagama

by dedi dwitagama

by dedi dwitagama

by dedi dwitagama

by dedi dwitagama

Manusia PAKU

Saat Anda berkendara, mungkin pernah jumpa dengan pengendara sepeda yang konvoi, memakai kaus T-Shirt, bercelana pendek, memakai topi, pada boncengan sepeda ada dua bagasi kiri dan kanan yang biasanya terbuat dari plastik bekas. Mereka adalah pencari paku atau logam di banyak kali di Jakarta.

Hitam, bau dan kotornya air kali bukan jadi masalah buat mereka, mungkin karena sulitnya lapangan kerja … butir demi butir paku, tutup botol, sobekan alumunium dan logam lainnya yang hanyut jadi target hari-hari mereka, tanpa sarung tangan dan pelindung kaki yang layak mereka mengais buangan logam penduduk Jakarta. Foto-foto di Kali dekat Komplek Pertamina Pulo Gadung Jakarta Timur 12 Mei 2007.

by dedi dwitagama

Berangkat menuju lokasi

by dedi dwitagama

Ember palstik dibolongi, magnet berkayu, saringan alatnya

by dedi dwitagama

Sambil bercengkrama, dan terus menggali

by dedi dwitagama

Melepas paku dan logam dari magnet

by dedi dwitagama

Hasil kerja

by dedi dwitagama

Mendapat emas bukan untuk yang pertama

by dedi dwitagama

Basah, dingin … disaat istirahat sebelum makan siang dan lanjutkan kerja.

Album Foto

Agar bisa lebih fokus mendisplay hasil hunting foto Saya, sejak Juni 2008 Saya membuat blog khusus untuk foto-foto Saya, silahkan simak disana. Since June 2008 I’ve making blog for posting my fotos, please visit there.

Album Flickr Saya

Hampir 200 Foto hasil bidikan Saya dan berbagai aktifitas Saya. Almost 200 fotos hunting by me and my actifities, please visit My Flickr to see my fotos

Many Flowers here

Suasana pelatihan Saya di berbagai forum, Many story from my training here

Foto-foto lainnya silahkan nikmati disana, lebih dari SEBELAS RIBU foto di lebih dari DELAPAN PULUH ALBUM FANPAGE FACEBOOK SAYA bisa dinikmati disini, terima kasih.

Artikel terkait:

– SMK Negeri 36 Jakarta di REPUBLIKA 27 Maret 2010, Kampanye SAFETY RIDING disupport HONDA

– makin semangat MOTRET, koran Republika mengakuinya (lagi)

– kejutan MINGGU PAGI dari harian nasional REPUBLIKA

– Belanja di TEMPAT TAK BIASA

– PT Wahana Makmur Sejati – Honda Motor dan Polda Metro Jaya di SMK Negeri 36 Jakarta “SAFETY RIDING”

– Anda mempunyai acara & ingin merilisnya ke media cetak & elektronik BERKELAS?

Like this:

LikeLoading...

Oleh: Budi Andana Marahimin

Pernah mendengar esai foto? Esai foto bagi kalangan fotografer sendiri sangat terdengar akrab atau malah dikalangan masyarakat umum. Namun apakah sebenarnya foto esai itu? Foto dengan tulisan esai kah? atau malah sekedar kumpulan foto saja? melalui tulisan ini, penulis ingin menyampaikan beberapa hal mengenai esai foto yang penulis peroleh dari beberapa literatur dan pengalaman penulis sendiri.

Definisi Esai Foto

Ada banyak definisi esai foto yang penulis temukan di berbagai literatur dan pendidikan fotografi, namun penulis memilih tiga definisi yang cukup mewakili. Yang petama kita bisa berangkat dari definisi yang di peroleh dari situs Wikipedia yaitu "A photo essay(or "photographic essay") is a set or series of photographs that are intended to tell a story or evoke a series of emotions in the viewer. Photo essays range from purely photographic works to photographs with captions or small notes to full text essays with a few or many accompanying photographs ( foto esai merupakan set foto atau foto berseri yang bertujuan untuk menerangkan cerita atau memancing emosi dari yang melihat. Foto esai disusun dari karya fotografi murni menjadi foto yang memiliki tulisan atau catatan kecil sampai tulisan esai penuh yang disertai beberapa atau banyak foto yang berhubungan dengan tulisan tersebut)."

Dari definisi diatas, bisa diambil bahwa esai foto, selain harus mempunyai tulisan atau teks esai yang menjelaskan foto-foto tersebut, esai foto haruslah menyampaikan suatu cerita yang kuat dan mampu membawa emosi dari yang melihat. Hal ini dikarenakan dalam esai foto yang fotografer akan menyampaikan pandangannya mengenai hal yang diangkat menjadi esai foto tersebut. Sehingga foto-foto tersebut menjadi sebuah rangkaian cerita yang kuat.

Arbain Rambey (Fotografer Senior Harian Kompas) menyampaikan definisi esai foto dalam salah satu tulisannya yaitu "Menceritakan sesuatu dengan beberapa foto serta esai punya ikatan antar foto yang kuat. Ibarat novel, satu foto dengan foto yang lain punya ikatan alur dan urutan seperti bab-bab dalam sebuah buku. Ada cerita yang mengalir dalam sebuah esai foto." Dari definisi itu bisa ditemukan bahwa dalam sebuah esai foto, ikatan antar foto haruslah sangat kuat,  sehingga alur cerita esai foto itu tetap fokus dan tidak melebar kemana-mana.

Dalam menyusun esai foto, yang ada adalah kekuatan kolektivitas dari foto - foto tersebut. Foto boleh saja kuat secara tunggal, namun dalam esai foto, setiap foto harus memiliki perwakilan masing-masing momen. Sebagai contoh, kita tidak perlu menaruh 2 buah foto yang mirip secara momen karena 2 foto tersebut kuat secara tunggal. Cukup pilih satu dan tambahkan foto lain yang mewakili momen yang berbeda. Hal ini juga sejalan dengan definisi ketiga yaitu menurut Binsar Bakkara (fotografer Associated Press) " Foto jurnalistik yang terdiri dari sejumlah foto yang menyusun sebuah cerita. Membangun sebuah foto story adalah sebagaimana kita layaknya membanung sebuah cerita."

Perbedaan Esai Foto Dengan Kumpulan Foto

Ada beberapa hal mendasar yang membedakan esai foto dengan kumpulan foto biasa. Hal ini dapat dirumuskan menjadi empat poin yang disampaikan sebagai berikut:

Bisa saja kita memotret suatu acara dan menghasilkan suatu foto yang kuat secara tunggal. Namun apabila tidak didukung tema yang kuat, foto-foto tersebut tidak dapat dirangkai. Sehingga tema merupakan sebuah keharusan dalam membuat suatu esai foto.


  • Esai foto cenderung berbau opini dan menggali emosi bagi yang melihat.

Fotografer sebaiknya melakukan pendalaman dengan melakukan pengulangan ke lokasi dan terjun langsung ketengah problema serta menangkap secara detil baik itu secara simbolik maupun snapshot. Sehingga sang fotografer tidak kehilangan momen - momen penting yang sering tidak terdeteksi dalam satu kali sesi pemotretan saja.


  • Esai foto memerlukan narasi, agar memperkuat tema.

Narasi atau caption atau teks foto adalah sebuah keharusan dalam membuat suatu esai foto. Karena tanpa narasi, suatu esai foto akan menjadi tidak kuat bahkan akan bisa menjadi sulit dimengerti maknanya oleh yang melihat.


  • Esai foto mendapat nilai tambah bila tampil dalam tata letak yang diperhitungkan baik.

Tata letak yang baik (ukuran, jenis font, dll) akan menonjolkan interaksi antara foto dan membentuk kesatuan yang utuh. Fotografer juga bisa menampilkan esai foto dalam bentuk slide show video yang diringi musik sehingga memperkuat penampilan foto.

Jenis - jenis Esai Foto

Setelah mengetahui definisi dan perbedaan esai foto dengan kumpulan foto biasa, tentu kita perlu mengetahui jenis-jenis esai foto alias apa saja yang layak menjadi esai foto. Menurut (mantan) editor LIFE, Maitland Edey, " foto esai sebaiknya berkaitan dengan manusia (berpotensi untuk dijadikan subjek esai)," sehingga jenis-jenis esai foto bisa dibagi atas sebagai berikut :


  • Orang terkenal: tokoh masyarakat, artis.

Artis atau orang terkenal selalu memiliki nilai berita yang baik. Apabila ingin mengangkat tema esai foto mengenai  artis/orang terkenal. Mengikuti kehidupan sehari-harinya sangatlah cukup. Apalagi bila sang fotografer mampu memperlihatkan apa yang belum diketahu banyak orang mengenai artis/orang terkenal tersebut.  Akan lebih spesifik bila mengikuti sang artis/orang terkenal dalam acara tertentu.


  • Tidak terkenal tapi menarik: seniman eksentrik, pemanjat gunung, pengeliling dunia.

Subjek foto seperti ini bisa ada dimana saja atau malah ada disekitar kita. Dengan subjek foto seperti ini, fotografer sebelumnya harus melakukan riset mendalam mengenai tokoh tersebut. Apa yang mendasari kegiatannya yang menarik itu, apa saja tantangannya, bagai mana dia bertahan dan sebagainya.


  • Tidak terkenal tapi menjadi contoh sebuah trend dalam masyarakat: wanita karir, pialang, birokrat.

Sebelum memulai esai foto jenis ini, sang fotografer haruslah mengetahui dulu tren-tren apa saja yang ada di masyarakat. Kemudian Sang fotografer bisa mencari tokoh yang sukses dibidang tersebut dan mengangkatnya menjadi tema esai foto.


  • Dilema kehidupan,Tantangan dalam kehidupan dan Penderitaan manusia.

Ketiga hal tersebut merupakan 3 jenis esai foto yang berbeda namun penulis menyatukannya dalam satu bagian dikarenakan ketiga hal tersebut memiliki substansi yang sama. Dilema kehidupan,tantangan dalam kehidupan dan penderitaan manusia, selalu menarik untuk diangkat menjadi sebuah berita. Karena ketiga hal tersebut memiliki kekuatan cerita yang mampu mengangkat emosi bagi yang melihat esai foto tersebut.

Esai foto sebagai pengasah Naluri jurnalistik

Andi Lubis (Redaktur Foto Harian Analisa) pada sebuah talkshow fotografi pernah mengatakan " Membuat esai foto dapat membantu fotografer untuk mengasah nalurinya dalam membuat foto jurnalistik " hal ini ada benarnya, karena denga sering membuat esai foto, sang fotografer tentu menjadi lebih awas terhadap realita-realita sosial disekelilingnya.

Sebuah pembuatan esai foto, khususnya yang berhubungan dengan dilema kehidupan, tantangan dalam kehidupan dan penderitaan manusia, akan membawa pengalaman tersendiri bagi sang fotografer. Tidak hanya menambah pengalaman teknis fotografi namun juga menambah pengalaman spiritual sang fotografer.

Bagi para fotografer pemula, membuat esai foto akan menjadi menarik. Para fotogarafer akan bertemu hal-hal tak terduga dan tentu saja membuat esai foto dapat membantu sang fotografer untuk menambah kemampuan dalam mendakati subjek fotonya (personal approaching).

Demikianlah tulisan ini dibuat dalam pengenalan mengenai esai foto. Dalam tulisan berikutnya, penulis akan menguraikan bagaimana langkah-langkah membuat esai foto. Semoga bermamfaat.

Budi Andana Marahimin

Student of Communication Science - University of North sumatera

Head of Information and Commnunication Division - Student Activity Unit "Fotografi" University of North sumatera

Founder of "Anak Medan Deviantart"Art Community

Photo Editor of Wave Medan Music Magazine

Owner of Zafer Production

Categories: 1

0 Replies to “Foto Essay Kompas”

Leave a comment

L'indirizzo email non verrà pubblicato. I campi obbligatori sono contrassegnati *